Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts

Wednesday, June 20, 2018

Tips Pola Makan Usai Lebaran

Setelah Lebaran usai, kini saatnya mengatur pola makan kembali. Ikuti tips berikut ini.

makanan sehat
Kiat Mengatur Pola Makan Usai Lebaran



Makanan yang tersaji di meja pada perayaan momen Idul Fitri, begitu nikmat dan mengundang tapi juga memiliki kandungan yang berisiko bagi kesehatan. Lemak, santan, hingga kadar gula yang tinggi sudah pasti melekat di sana. Ini tentunya bukan pola makan yang baik untuk tubuh manusia.

Berdasarkan anjuran dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, Anda sebaiknya jangan terburu-buru dan gegabah. Ingat, beberapa makanan Lebaran bisa menyebabkan kolesterol tinggi.

makanan lebaran
Kiat Mengatur Pola Makan Usai Lebaran


"Makanan khas Lebaran biasanya mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Jika makanan seperti ini dikonsumsi, apalagi dalam jumlah berlebih, bukan tak mungkin kadar kolesterol akan melonjak tinggi," kata dr. Andika.
Setelah melewati momen tersebut, Anda pun harus pandai-pandai mengatur pola makan kembali. Jika tidak, kolesterol tinggi dan masalah kesehatan lainnya akan datang satu per satu menghampiri Anda.
Sulitkah mengatur pola makan ini? Tidak juga, asalkan Anda tahu triknya. Dilansir TIME, berikut empat kiat agar Anda lebih mudah untuk makan sehat:

1. Ganti daging merah dengan ikan

Daging merah vs ikan
Kiat Mengatur Pola Makan Usai Lebaran


American Heart Association merekomendasikan Anda untuk makan setidaknya dua porsi ikan per minggu. Karena itu, simpan stok ikan Anda di dalam kulkas sebagai pengganti konsumsi daging merah saat Lebaran. Untuk mempermudah, lebih baik pilih ikan yang bisa langsung dimasak saat masih beku.


2. Utamakan sayuran

sayuran segar
Kiat Mengatur Pola  Makan Usai Lebaran


Kembali lagi pada sayuran. Kandungan protein dari beberapa jenis sayur dan biji-bijian sangat baik untuk tubuh. Anda bisa menyiapkan sayuran dengan memotong-motongnya pada hari Minggu sebagai bahan makanan selama seminggu penuh. Misalnya, buatlah irisan jamur dan bawang bombai untuk digoreng nantinya.

Mudah dan tak harus dipersiapkan secara khusus seperti menu hidangan Lebaran. Karena jika tidak praktis, bisa-bisa Anda makin malas untuk makan sayur.


3. Membeli makanan siap saji

healty fast food
Kiat Mengatur Pola Makan Usai Lebaran


Anda sedang sibuk atau bukan tipe orang yang senang repot-repot memotong sayur dan bawang atau menguliti ayam? Makanan siap saji di supermarket bisa menjadi penyelamat Anda.

Sayuran dan daging siap saji sudah banyak tersedia di supermarket sehingga Anda tinggal memasaknya saja di rumah. Begitu pula dengan kaldu ayam, bawang putih, dan makanan lainnya. Sedikit lebih mahal memang, tapi dapat mempermudah Anda untuk makan sehat.


4. Segelas smoothie adalah kunci

smoothies ice
Kiat Mengatur Pola Makan Usai Lebaran


Tips yang satu ini akan membantu melepas kerinduan Anda dengan minuman manis saat Lebaran. Ya, Anda bisa membuat smoothie dengan paduan buah, selai kacang, dan tambahan lainnya seperti parutan kelapa, bubuk cokelat, biji chia, hingga kacang mete. Bisa juga menambahkan bahan lain seperti susu, air kelapa, hingga kefir.


Tips penting!
Tak mau kena kolesterol tinggi dan gangguan kesehatan lainnya pasca Lebaran? Mudah saja. Pertama, aturlah asupan makanan Anda dengan baik. Menurut dr. Andika, usahakan untuk tidak makan terlalu banyak daging berlemak dan kulit ayam. Sebaiknya Anda juga memilih makanan yang direbus atau dikukus ketimbang digoreng. Kalaupun terpaksa menggoreng, gunakan minyak yang lebih sehat seperti zaitun.
"Jenis makanan yang tidak boleh Anda lupakan untuk tetap dikonsumsi adalah sayur dan buah-buahan. Kedua asupan tersebut merupakan sumber serat yang baik untuk melancarkan sistem pencernaan serta manfaat kesehatan lainnya," kata dr. Andika.
Kedua, olahragalah secara rutin agar berat badan terkendali dan Anda selalu bugar. Dengan berolahraga, sistem kekebalan tubuh Anda akan meningkat sehingga penyakit tak mudah menyerang.
Jadi setelah Lebaran usai, ikuti tips di atas agar kesehatan Anda tetap terjaga. Ingat, aturlah pola makan Anda dan terapkan gaya hidup sehat lainnya secara konsisten. Semoga bermanfaat!

SUMBER

Wednesday, June 13, 2018

Kinerja Pemerintah Diumbar Publik, Tak Perlu Panik

Ramai pembicaraan soal spanduk yang menjadi viral karena bertuliskan "Jalan Tol Pak Jokowi " menjadi trending dalam perhelatan mudik 2018 kali ini. Sebenarnya spanduk ini tak ada yang salah. Toh isinya cuma klaim kinerja pemerintahan sekarang. Dan lagian, spanduk tersebut dibuat oleh masyarakat yang mendukung adanya pertumbuhan infrastruktur di pemerintahan sekarang.

Spanduk tersebut kan bukan di buat oleh pemerintah, dan juga tidak mengatasnamakan pemerintah, jadi apa salahnya. Walaupun ini sebenarnya tak seharusnya terjadi. Namun bila kita melihat berita lainnya tentang seruan mudik dengan membawa spanduk bertagar #2019gantipresiden dan membunyikan klakson telolet nampaknya sih wajar aja. Sayapun mungkin akan membuat spanduk yang sama bila berada pada dekat lokasi infrastruktur baru yang akan dilewati para pemudik telolet.

Pemerintah, melalui kantor staff kepresidenan menyampaikan bahwa infrastruktur termasuk jalan tol di peruntukan bagi seluruh rakyat Indonesia. Siapapun boleh lewat tanpa peduli apapun pandangan politiknya. Fasilitas yang terus di kerjakan oleh pemerintahan presiden Jokowi dan JK saat ini, memanglah di peruntukan untuk kita semua. Eko Sulistyo , sebagai deputy komunikasi politik KSP, mengatakan kemunculan spanduk yang ada, kemungkinan besar adalah reaksi masyarakat menanggapi seruan mudik dengan poster atau spanduk bertagar #2019gantipresiden dan membunyikan klakson telolet. Sumber.
Selingan Info : Sejauh manapun kakimu pergi, Kampung halaman adalah tempatmu kembali. Selamat mudik

Macet Parah Mudik 2017 lalu

Kemunculan spanduk di pinggir tol yang berisikan pesan " jalan tol pak Jokowi " nampaknya adalah apresiasi masyarakat yang menghargai kinerja pemerintah sekarang ini. Jadi kalimat itu tak perlu di artikan sebagai klaim bahwa jalan tersebut milik pak Jokowi. Ini kan cuma kiasan. Jadi ga perlu panik dan resah hingga gundah gulana. Doakan saja proyek pembangunan yang di kebut pemerintah berhasil dengan sebaik mungkin. Perkara nanti 2019 mau di ganti ya silakan saja. Itu hak politik masing masing, karena nanti di tahun 2019 akan diadakan pesta demokrasi yang memilih pemimpin serta para perwakilan kita.

Jika ada masyarakat yang mengumbar kesuksesan pemerintah melalui spanduk jalanan ya wajar aja. Tak perlu di persoalkan lebih jauh lagi, apalagi sampai menimbulkan duka lara dan nestapa hati. Nikmati saja infrastruktur yang sudah ada. Sampaikan kekurangan dan kelemahannya yang masih perlu di perbaiki, dan sampaikan kritik disertai saran membangun dengan cara elegan. Dengan demikian, pergerakan bangsa kita untuk maju mengejar berbagai ketertinggalannya, terutama di bidang infrastruktur bisa segera terlaksana dengan sebaik-baiknya.
Kinerja Pemerintah Diumbar Publik, Tak Perlu Panik

Adalagi muncul spanduk mudik lebaran lancar berkat pak Jokowi di tempat tertentu. Ini juga menjadi heboh pula. Padahal seharusnya tak perlu di hebohkan dan bukan pula spanduk ujaran kebencian yang bisa memicu perpecahan. Jadi ya nikmati saja kelancaran mudiknya dan abaikan saja spanduknya. Gitu aja sih, ga perlu repot banget gitu lho. Apalagi sampai panik segala.

Pada kenyataannya event musik dari tahun ke tahun terus di benahi fasilitas nya. Jika di tahun sebelumnya kemacetan dan jarak tempuh yang lama masih menjadi persoalan, di tahun ini, persoalan tersebut sedikit berkurang. Ini di tandai dengan ramainya ungkapan masyarakat yang menyuarakan kelancaran mudik kali ini.

Suara masyarakat di sosial media itu wajar saja juga sih. Mengingat, beberapa ruas infrastruktur yang ada, saat ini sedang di uji coba untuk mendukung kelancaran mudik 2018. Sebetulnya ini belum sepenuhnya selesai. Berbagai proyek yang di fungsikan secara kondisional jelas masih banyak kekurangan, karena memang belum sampai selesai 100% pengerjaan nya. Sumber
Kinerja Pemerintah Diumbar Publik, Tak Perlu Panik

Melihat berita berita serupa ini, yang heboh di Minggu mudik kali ini, kita tak perlu panik. Abaikan saja yang tidak berkenan di hati. Doakan saja keberhasilan pemerintah membangun negeri. Adanya komunitas masyarakat yang mengumbar keberhasilan pemerintah juga ga bisa di larang. Toh itukan juga sebagai salah satu kebebasan berekspresi. Walaupun tak etis hal sedemikian.

Ada baiknya juga, para pendukung #2019gantipresiden dan #2019tetapjokowi tak melakukan aktivitas saling membalas. Karena aktivitas berbau politik seperti ini, tidak baik bagi iklim kehidupan kita dalam bermasyarakat. Tapi ya mau gimana lagi, semua pihak punya kepentingan, jadi susah untuk di larang. Yang kita butuhkan sebetulnya adalah kesadaran bersama bahwa kepentingan kita itu di batasi oleh kepentingan borang lain. Jika semua sadar itu, maka #2019gantipresiden maupun #2019tetapjokowi tidak akan bergerak prematur seperti sekarang ini.


Beginilah Penampakan Suasana Mudik Dijaman Dahulu

Mudik 2018 menjadi perjalanan yang lebih menyenangkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Satu dekade sebelumnya, mudik menjadi horor. Begini penampakannya.

FOTO 1
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 2
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 3
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 4
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 5
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 6
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 7
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 8
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 9
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di  Cikampek


FOTO 10
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 11
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 12
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 13
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 14
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 15
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 16
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 17
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di Cikampek


FOTO 18
Mudik Jadul: Adu Maut di Kereta hingga Horor Macet di  Cikampek




Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China

Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.

Profil Saad  Bin Abi Waqqash
Lahir                              : Mekkah, 595 Masehi
Wafat                            : Guangzhou, China, 674 Masehi
Pengabdian Militer      : Tentara Khulafaur Rasyidin
Tahun Pengabdian       : 636 – 644 Masehi
Pangkat                         : Jenderal
Ikut dalam Perang       : Perang Badar, Perang Uhud, Penaklukan Persia.

Saad bin Abi Waqqash adalah paman Nabi Muhammad SAW dari jalur Aminah binti Wahab. Saad berasal dari Suku Quraisy dan merupakan Assabiqunal Awwalun(orang-orang pertama masuk Islam). Lebih Lanjut tentang Assabiqunal Awwalun

Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.


Di masa mudanya, Saad berperang bersama Nabi Muhammad, Abu Bakar, Umar, Ali, dan 300 tentara Muslim lainnya melawan 950 tentara Quraisy Mekkah yang dipimpin oleh Abu Jahal di Perang Badar. Saad bin Abi Waqqasah berperan sebagai pemanah. Tentara Muslim yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad memperoleh kemenangan atas pertempuran ini. Lebih lanjut tentang Battle of Badr

Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.

battle of badr
Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.
Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.
Source : Wikipedia



Tak mau ketinggalan, Saad juga ikut serta sebagai pemanah dalam Perang Uhud. Perang ini adalah perang mempertahankan Madinah dari serangan Quraisy Mekkah yang dipimpin oleh Abu Sufyan dan Khalid bin Walid (sebelum memeluk Islam). Perang ini berakhir Stalamate dimana Pasukan Muslim mengalami kekalahan yang signifikan (sampai-sampai Nabi Muhammad terkena serangan) tetapi Quraisy Mekkah tidak bisa menaklukkan Madinah. Saad bin Abi Waqqash adalah orang yang tetap melindungi Nabi ketika pemanah yang lain meninggalkan posisinya karena tergoda oleh harta rampasan perang. Lebih lanjut tentang Battle of Uhud

Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.

Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.

Panah Saad bin Abi Waqqash yang digunakan dalam Perang-perang bersama Nabi

Battle of Uhud
Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.
Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.
Source : wikipedia



Pada Era Umar bin Khattab, Saad bin Abi Waqqash dipercaya sebagai Komandan Ekspedisi Persia (Catatan : Persia di saat itu adalah salah satu Superpower dunia, selain Kerajaan Romawi. Persia dan Romawi bisa dianalogikan layaknya Amerika dan Uni Soviet di masa itu, sedangkan Khulafaur Rasyidin bisa dianalogikan sebagai Suku Eskimo). Pada akhirnya, Khulafaur Rasyidin dapat menaklukkan Persia dengan kemenangan yang besar. Setelah itu, Saad dipercaya oleh Khalifah Umar bin Khattab menjadi Gubernur di Irak, Syam, dan Nejd. Lebih Lanjut tentang Ekspedisi Persia

Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.

Muslim Conquest of Persia
Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.
source : Wikipedia



Pada Masa Khalifah Usman bin Affan, Saad bin Abi Waqqash diutus untuk menyebarkan Islam di Cina dengan membawa mushaf Al-Quran dan mengajarkannya disana. Beberapa manuskrip menyebutkan bahwa Saad berlayar sampai ke Guangzhou lalu singgah di Xi'an untuk menyebarkan Islam disana. Beberapa tahun kemudian, Saad menetap di Guangzhou sampai Allah memanggil beliau. Jejak-jejak Saad din Abi Waqqash di China masih bisa ditemukan sampai sekarang.

Masjid Saad bin Abi Waqqash di Guangzhou
Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.

Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.
Masjid Saad bin Abi Waqqash

Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.
Makam Saad bin Abi Waqqash



-Saad bin Abi Waqqash,Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.


Muslim di China
Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.

Saad Bin Abi Waqqash, Sahabat Nabi, Panglima Perang, Penyebar Islam di China.


Sumber : 
chinatouradvisor.com
  • Short Biography of the Prophet & His Ten Companions. Darussalam. 2004. p. 80.
  • Wang, Lianmao (2000). Return to the City of Light: Quanzhou, an eastern city shining with the splendour of medieval culture. Fujian People"s Publishing House. Page 99.
  • Lipman, Jonathan Neaman (1997). Familiar strangers: a history of Muslims in Northwest China. University of Washington Press. p. 29. ISBN 962-209-468-6.
  • SUMBER

Tuesday, June 12, 2018

Katanya Buka Bersama, Kok Malah Sibuk Pegang HP

Kita sudah di penghujung Bulan Ramadhan, tapi ada tradisi unik yang perlu dibahas dan biasanya dialamin sama kaum urban Indonesia. Biasanya kita ngadain dan ikutan bukber alias buka bersama. Ironisnya, walopun kegiatan buka itu menggunakan embel-embel "bersama", banyak orang malah sering asik sendiri. Alhasil, kebersamaannya kerasa kurang. No bokis, bukber zaman now lebih cocok sebagai "Buka berujung selfie"! Bukan "buka bersama".

Ini nih, aneka kegiatan asik sendiri yang bikin kebersamaan saat bukber hilang.

Katanya Buka Bersama, tapi kok malah sibuk buka kamera?


1. Asik Ngaca & Dandan

Katanya Buka Bersama, tapi kok malah sibuk buka kamera?

No bokis, tiap orang emang pengen keliatan cakep. Dandan cantik atau ganteng pas mau ketemu temen-temen saat bukber itu sah-sah aja. Tapi sayangnya, banyak orang yang terlalu asik dandan atau ngaca sampe lupa bahwa tujuan mereka datang adalah untuk silaturahmi dan buka bareng temen-temen. Akhirnya temen-temennya malah dicuekin dan fokus ngaca sambil dandan Biar cucok cyiiin


2. Asik Selfie

Katanya Buka Bersama, tapi kok malah sibuk buka kamera?

Kalo udah dandan dan hasilnya di kaca oke, langsung deh jepret sana-sini. Selfie sambil senyum, selfie di depan lampu biar mukanya keliatan kinclong, sampe bibir dimonyong-monyongin. Pokoknya gallery sampe penuh deh. Nah kan, no bokis, bukber zaman now mah "buka berujung selfie".


3. Asik Update Medsos

Katanya Buka Bersama, tapi kok malah sibuk buka kamera?

Kalo udah selfie, masa foto-fotonya cuma ditaro di gallery? Wajib di-posting di medsos dong, biar eksis dan hits di dunia maya. Jangan salah, posting di medsos mah sebentar. Yang bikin lama adalah editing fotonya. Cobain filter ini-itu, mata digedein, wajah diputihin, bibir dimerahin, pipi ditirus-tirusin sampe lancip kayak pensil 2B buat ujian. No bokis, kalian juga pasti punya at least 1 orang temen kayak gitu kan?


4. Asik Ngecek Postingan

Katanya Buka Bersama, tapi kok malah sibuk buka kamera?

Beres posting, kesibukan belum berakhir. Masih ada tahap selanjutnya buat menjaga eksistensi, yaitu maintain postingan alias ngecek likes dan balesin komen. Kayaknya lebih bahagia liat notifikasi like dan komen ketimbang ketemu temen-temen. Lah temen-temennya sendiri aja dicuekin. Padahal katanya buka BERSAMA, tapi jadi asik masing-masing. Bokis banget kan?


Nah itulah beberapa kegiatan asik sendiri yang bikin buka bersama gak terasa lagi kebersamaannya. Harusnya sih kalo buka bersama ya asik bareng-bareng biar kebersamaannya no bokis. Temen kalian ada yang suka asik sendiri gitu gak nih? Atau jangan-jangan kalian yang suka asik sendiri?


Artikel Menarik Lainnya

loading...